PROGRAM STARTUP – APLIKASI RESIDENT

Posted: 12 November 2015 in Komputer dan Programer, Setting Bios Laptop / PC, Windows 7, windows 8, Windows XP
A.   Mengatur Program StartUp Untuk Mempercepat Loading Windows
Program StartUp (program Resident) adalah : program aplikasi yang secara otomatis aktif bersama-an dengan di-load- nya system-operasi (Windows).
Seperti diketahui, bahwa pada saat komputer start,  maka system-operasi (Windows) akan sangat memerlukan sumber-daya pc yang cukup besar. Idealnya pada saat seperti ini, semua sumberdaya (resource) pc, harus disediakan untuk system operasi, seperti memory/RAM, processor, akses hard drive dll. Apabila kondisi ini bisa terwujud, maka bisa dipastikan loading system operasi (booting) akan relatif cepat selesai.
Meskipun seperti dijelaskan dalam artikel/posting-an sebelumnya, bahwa ada banyak hal yang berpengaruh terhadap kecepatan operasi sebuah pc. Sebaliknya, apabila pada saat loading, system operasi harus berbagi resource dengan program lain yang juga butuh untuk me-load dirinya, maka jelas waktu yang diperlukan untuk merampungkan loading akan menjadi lebih lama. Terkecuali kita memiliki pc dengan resource yang besar.
B.    Program StartUp, dari mana asalnya, siapa yang menaruhnya kedalam pc kita ?
Yang pertama adalah berasal dari Windows sendiri, sebagai sebuah system operasi, windows membutuhkan banyak “dukungan” agar bisa beroperasi secara optimal, dukungan ini diantaranya berasal dari berbagai macam Program StartUp yang akan ter-instal pada saat dilakukan instalasi Windows.
Yang kedua adalah berasal dari bermacam Program Aplikasi yang kita install kedalam pc kita untuk membantu menyelesaikan berbagai jenis kegiatan kita didalam pc. Disamping  kegunaan atau fungsi Program Startup ini untuk meng optimalkan program tersebut, terkadang juga memiliki fungsi yang tidak terlalu berhubungan dengan program induk, misal sebagai advertorial/iklan.
Yang ketiga adalah Malware atau lebih dikenal sebagai Virus. Ini juga sebuah program startup yang keberadaannya jelas merugikan pengguna/user.
Beberapa program Startup memiliki fungsi yang penting, tetapi beberapa tidak demikian. Hal yang terakhir inilah yang perlu mendapat perhatian kita, tentang bagaimana melakukan suatu control (pengaturan), dan kalau perlu menghapusnya, agar tidak menjadi penghambat bagi kinerja pc.
Catatan :
Dalam artikel ini akan ditunjukkan cara menghapus (disable) suatu program startup yang merupakan bagian dari system sebuah pc Windows.
Oleh karena itu (Disclaimer) pembaca posting-an ini di-asumsikan sudah mengenal dan terbiasa dengan system operasi Windows yang digunakannya, dan dengan kemauan sendiri melakukan berbagai perubahan seperti yang tercantum dalam artikel ini. Saya tidak bertanggung jawab jika perubahan yang dilakukan menyebabkan kegagalan sistem/pc. Melakukan instalasi software memang bukan sesuatu yang sulit (sebagian orang mengatakan “…. Tinggal next …next …next…” ), terlebih saat ini para pembuat software sudah mengusahakan agar proses instalasi produknya  menjadi se sederhana mungkin, dengan sedikit mungkin melibatkan interaksi penggunanya. Semuanya serba otomatis, berjalan dengan sendirinya.
Yang perlu dilakukan adalah menjalankan program instalasinya, setuju dengan agrement-nya, dan menunggu proses selesai, selanjutnya tinggal menggunakannya. Sesederhana itukah ?
Tampak sekali dalam proses seperti ini, bahwa user tidak punya kesempatan melakukan kontrol terhadap proses instalasi tersebut. Celakanya tidak banyak yang perduli akan hal tersebut. Dan cara ini terus dilakukan setiapkali memasang program baru kedalam pc.
Akhirnya, yang kita dapat adalah situasi dimana setiap program akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk me-load dirinya sampai bisa mulai dipergunakan. Hal ini juga terjadi pada sistem operasi /Windows. Sebab program yang dipasang tanpa disertai kontrol apapun dari user, bukan tidak mungkin akan memasang pula program pendukung yang merupakan program startup, otomatis berjalan ketika Windows di-load.
Seperti dijelaskan diatas, akibatnya jelas, yaitu semua (sebagian besar) resource-pc akan terbagi pada semua aplikasi yg terpasang, meski kita belum  (tidak) menggunakan aplikasi apapun.
C.   Bagi saya ini benar-benar “bencana” bagi performance /kinerja pc kita.
Beberapa contoh program startup yang bagi sebagian besar user tidak begitu diperlukan, tetapi menyita resource pc (RAM) a.l :
program Updater dari tiap produk, yang sebenarnya kita bisa menjalankan update secara manual.
– sistem managemen / sinkronisasi  perangkat mobile (HandPhone dll) yang sebenarnya bisa diaktifkan dari Start menu saat diperlukan.
photo/media manager, yang hanya menunggu kita memasang memory card/camera, kemudian menawarkan apakah akan menambahkan photo didalamnya kedalam aplikasi album, yang sebenarnya juga bisa dilakukan secara manual.
aplikasi pe-monitor tinta printer, yang juga bisa kita periksa secara manual dari menu preference /properties-nya. dan jenis-jenis lain yang tidak jelas kegunaan-nya.
Pertanyaan-nya, sudah sedemikian sibuknya kah kita, sehingga tidak sempat melakukan hal-hal diatas secara manual, sehingga harus “mengorbankan” sebagian besar sumberdaya (resource) pc,  yang ujung-ujungnya hanya membuat kita frustrasi, karena pekerjaan kita terhambat oleh pc  yang “megap-megap” karena kehabisan resource  ? Barangkali mulai timbul pertanyaan,
D.    Bagaimana mengatasi hal tersebut  ?
Sebelum bisa melakukan pencegahan, tentunya kita perlu mengenalinya terlebih dulu. Bermacam cara bisa dilakukan untuk mengenali program apa saja yg aktif pada saat startup Windows. Banyak pilihan software yang bisa dipergunakan untuk keperluan ini. Yang perlu diperhatikan adalah : apa status User_Account yang kita pergunakan, karena langkah berikut ini hanya bisa diakses oleh account Administrator, sehingga untuk Limited atau Standard account, mungkin akan ditolak, atau hanya diijinkan melakukan hal hal tertentu saja.
E.  Untuk hal ini bisa diperiksa di Start > ContolPanel > UserAccounts.
Software  untuk identifikasi program StartUp.
1. AutoRuns (SysInternals): program rekomendasi Microsoft  ini ter-paket didalam Os_Windows7, tidak memerlukan instalasi, dan suport Win_Vista, XPsp2, NT, 2K, ME, dan 9x. Informasi penting yang disajikan a.l: Autorun_Entry, Image_Path, StartUp_Type. Output dari program ini bisa di-eksport sebagai text_file. Klik-kanan pada entry – Jump to… akan membuka lokasi StartUp_Type.
2.   MSConfig (System Configuration Utility): ada didalam Windows Os 9x, Me, 2K, XP, Vista, dan Win7. Masing masing dengan interface yang berbeda. Utility ini bisa jadi merupakan yang paling populer dan mudah dipahami, sayang ukuran window nya tidak bisa diresize, tetapi kita bisa merubah lebar kolomnya guna melihat item didalamnya, dengan melakukan drag, maupun klik ganda pada garis batas kolom. Informasi yang diberikan a.l: StartUp_Item, Command, Location. Dan pada versi Win_98 tanpa kolom, hanya dua lajur yang ekivalen dengan Name/Startup_Item dan Command.
3. Windows Defender : juga rekomendasi Microsoft untuk XP (download), dan merupakan satu paket dengan Vista. Informasi yang diberikan a.l: Display_Name, Startup_Value, Startup Type, dan Location. Menggunakannya : Start -> AllProgram -> Windows Defender | Tools -> Software Explorer | select StartUp_Programs dibawah Category | klik pada entry dalam kolom Name untuk memunculkan detilnya.
4. HijackThisTM : utility ini suport pada Win98, Me, 2K, XP, Vista, 7. Baca tutorial untuk menggunakannya. Informasi yang diberikan dapat dilihat pada bagian O4 dan F0 – F3. Berhati-hati untuk men-delete/FixThis setiap item yang dikehendaki.
Note : Konvensi_penamaan. Sebuah Startup Program yang sama, bisa terdaftar berbeda, tergantung metode/software yang digunakan. Sebagai contoh, untuk program  “Reader_sl.exe”, pada MSConfig-Vista sama dengan pada Windows Defender, tetapi sangat berbeda dibanding dengan /autoruns misalnya.
Melakukan identifikasi Program StartUp, sangat diperlukan pengetahuan tentang program-aplikasi yang menjadi pemilik /induk  dari Program_StartUp yang bersangkutan, disamping tentunya mengenal dengan baik sistem operasi Windows.
Jadi jelas bahwa tindakan menghapus (disable) suatu Program_StartUp bukan diperuntukkan pemula, jika kebingungan, jangan melakukan apapun.  Kesalahan pada level ini akan berakibat langsung pada program maupun pada sistem_operasi, dalam hal ini adalah Windows. Dalam metode profesional, banyak referensi (Startup-Database) diperlukan untuk menentukan apa yang akan di-desable, dan apa yang tidak perlu, ini guna menghindari kegagalan sistem/pc.
Tidak semua program startup mesti di nonaktifkan, beberapa dari antaranya memang sangat diperlukan, harus dibiarkan apa adanya,  antara lain  yang merupakan bagian /pendukung inti dari sistem operasi (Windows) jelas tidak perlu dimatikan, karena akan mempengaruhi operasional Windows. Demikian pula startup dari software anti virus. Program jenis ini memang harus senantiasa berfungsi penuh. Disini menjadi jelas pentingnya pengenalan akan berbagai software yang terpasang didalam pc.
F.   Bagaimana cara men-desable program startup.
1.  Memeriksa adakah fasilitas menu Option didalam program tersebut. Ini adalah yang paling mudah dan tanpa resiko terjadinya kesalahan.  Fasilitas ini biasa tercantum pada menu Tools, Options, Properties atau Preference dari setiap program. Jika opsi ini tidak tersedia, baru kita usahakan menggunakan cara lainnya.
Contoh : pada program Incredimail, pada menu [Tools] ->  [Option] -> tab [General] terdapat 4 aplikasi startup dengan box-cekmate didepannya. Kalau kita cekmate (centang) didepan [Launch Incredimail on startup] berarti kita memerintahkan agar Incredimail aktif bersamaan dengan windows. Bisa jadi ini fasilitas yang cukup penting bagi Anda, tetapi coba kita lihat dalam tab [Advance], ada opsi [Notify me when new content is available in the Online Gallery] yang defaultnya ter-centang (aktif), menurut saya hal ini tidak lah terlalu penting sehingga layak untuk di-disable.
2.  Didalam Start_Menu terdapat folder Startup yang kadang berisi nama suatu program yang startup melalui shorcut. Untuk mendisablenya, cukup dengan menghapus shortcut dari Startup_directory (path nya tergantung Os yang dipakai). Untuk :
· Win_XP di : C:\Documents and Settings \All Users \Start Menu \Programs \Startup
· Vista di : C:\ProgramData \Microsoft\Windows \Start Menu \Programs \Startup (Note – directory ini defaultnya  hidden) Dan : C:\Users \AppData \Roaming \Microsoft \Windows \Start Menu \Programs \Startup.
· Win7 : Kurang lebih sama dengan Vista. Bisa juga dengan cara : buat folder baru dan beri nama [ Disabled startup program], kemudian pindahkan /Move isi folder Startup diatas kedalam folder baru ini, sehingga kalau diperlukan bisa dipindah kembali.
3. Menggunakan program AutoRuns seperti rekomendasi Microsoft. Program ini memang dikhususkan untuk melakukan kontrol terhadap program program StartUp. AutoRuns akan membuatkan perubahan yang diperlukan didalam registry dan juga menyediakan suatu mekanisme recover nya. Hal ini tidak dilakukan oleh MSConfig !
     Menggunakan program AutoRuns  (download dibawah) adalah sbb :
1. Start → My Computer dan cari letak program AutoRuns.
2.  jalankan  Autoruns.exe
3. pilih tab Logon
4. pilih entri  start-up yang ingin di- disable dan klik box disampingya dan disable entri tersebut
5. jika ada opsi untuk disable bagian lain dari program tersebut, dan kita tidak memilihnya, maka entri yg di disable akan ditambahkan ulang saat program dijalankan pada kesempatan lain.
4. Menggunakan  System_Configuration_Utility (msconfig), perlu diketahui bahwa Microsoft tidak merekomendasi-kan utility ini untuk melakukan managemen atas program-startup. Fungsi sebenarnya adalah untuk menemukan dan mengisolasi problem yang muncul  didalam sistem operasi, bukan merupakan Startup_manager. Lebih jelasnya silahkan dipelajari pada link diatas.
 Pada tab-Startup dapat dilihat daftar program yang aktif pada saat windows di-load. Juga path (Command) file program bersangkutan, serta entri-registry nya. Dengan bantuan dua kolom ini kemungkinan kita bisa mengetahui nama program-induk nya.
Tanda cek-mate (centang) didepan entri menandakan program tersebut dalam keadaan Aktif, sebaliknya yang tanpa cek-mate adalah program yang (sudah) tidak diaktifkan.
Dengan dua tombol yang tersedia, kita bisa men-desable atau enable SEMUA ENTRI Program. Setelah melakukan pilihan, klik [Apply], [OK]. Kemudian Restart pc. Setelah restart, akan muncul peringatan, selanjutnya beri cek-mate pada kotak-kecil, dan klik [OK].
Catatan untuk MSConfig :
  beberapa item yang di-desable kadang jadi hilang dari msconfig setelah pc restart.
dalam beberapa kasus, item yang di desable akan dipindahkan sebagai kategori baru pada suatu folder didalam Start Menu yang bernama “Desable Startup Items”. Dalam kasus seperti ini, entri ini dapat di-copy kembali kedalam folder “Startup” yang juga ada di direktori Start Menu pula.
  jika kita telah men-desable suatu items di msconfig, dan kemudian meng-uninstal program terkait, maka perlu dilakukan cleaning terhadap registry yang menjadi invalid, untuk ini bisa digunakan aplikasi “MSConfig Cleanup_Virtuoza”, bisa didownload dibawah.
 jika didalam program yang terkait dengan item yang di-desable ada opsi untuk men-disable bagian lainnya, dan tidak dilakukan,  bisa jadi yang di-desable akan di re-added sebagai entri baru pada msconfig  disaat kita menjalankan program tersebut. Hal ini tampak, bahwa kadang terdapat entri yang sama lebih dari satu didalam msconfig.
5.Menggunakan Windows Defender, bisa didownload dibawah, program ini juga direkomendasikan Microsoft untuk Windows XP dan Vista. Menggunakannya :
  Jalankan Windows Defender -> Tools -> Software Explorer.
– Pada kolom Name klik aplikasi yang akan di-disable -> klik Desable. Kalau tombol Disable tidak aktif, klik [Show for all users].
– Jika didalam program yang terkait dengan item yang di-disable ada opsi untuk men-disable bagian lainnya, dan tidak dilakukan,  bisa jadi yang di-disable akan di re-added sebagai entri baru pada Msconfig  disaat lain kita menjalankan program tersebut. Hal ini tampak, bahwa kadang terdapat entri yang sama lebih dari satu didalam msconfig.
6. Registry Editor, ini dilakukan kalau aplikasi akan dimatikan permanen. Cara ini tidak ditujukan bagi yang belum mengenal registry, karena kesalahan kecil saja akan dapat merusakkan Windows. Informasi tentang Registry Windows bisa dilihat di Lebih tahu tentang File Registry.
7. Menggunakan tool dalam AML 4. Cara ini saya rasa paling sederhana dan mudah.
a. Beberapa registry_key yang perlu diperiksa adalah:
· HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows \CurrentVersion \Run
· HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows \CurrentVersion \RunOnce
· HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows \CurrentVersion \Run Services
· HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows \CurrentVersion \Run Services Once
· HKCU\Software\Microsoft\Windows \CurrentVersion \Run
· HKCU\Software\Microsoft\Windows \CurrentVersion \RunOnce
· HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows \CurrentVersion \Run Services Once
b. Registry berikut juga perlu dilihat, terutama dalam dugaan kasus malware:
· HKCU\Software\Microsoft \Windows \CurrentVersion \Policies \Explorer \Run
·  KLM\SOFTWARE\Microsoft \Windows \CurrentVersion \policies \Explorer \Run
· KLM\SOFTWARE\Microsoft \Windows NT \Current Version \Terminal Server \Install \Software \Microsoft \Windows \Current Version \Run
· HKLM\SOFTWARE \Microsoft \Windows NT \Current Version \Winlogon 
Free Download Cara Mudah Menginstall Windows XP Pakai CD Lengkap Bergambar
[Doc] –> Download Now
[PDF] –> Download Now
 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s