MENGENAL DAN MENGATASI FRAGMENTASI

Posted: 12 November 2015 in Komputer dan Programer, Setting Bios Laptop / PC, Windows 7, windows 8, Windows XP

Fragmentasi Data/File

Defrag  Fragmentasi data  Defragmentasi harddisk  Defragment Tools  Performa pc  Pc lambat  Problem fragmentasi  mastokkenari  kecepatan akses data
Fragmentasi-data adalah :  
Suatu kondisi dokumen /file, yang data-data nya terletak secara berserak an /terpencar (tidak berurutan) didalam  sebuah media penyimpan (storage device).
Akibat dari Fragmentasi data/file :
Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kecepatan akses ke data tersebut, ini akan terasakan sebagai suatu penurunan performa suatu sistem pc. Umum menyebutnya sebagai : komputer terasa lambat (lemot ?).
Bagaimana data suatu file bisa terpisah-pisah ?
Hard-disk sebagai sebuah media penyimpan /storage_device yang paling kita kenal mempunyai cara khusus didalam menyimpan /meletakkan data-data didalamnya. Sebagai alat penyimpan data, HD dibagi-bagi menjadi beberapa “bagian”. Dalam sebuah HD dikenal istilah Silinder, Sector, dan Cluster yang merupakan lokasi terkecil tempat meletakkan data yang tersimpan didalamnya.
Ukuran Cluster ini bermacam-macam, tergantung dari tipe format yang diterapkan atas HD tersebut sesuai kebutuhan dari penggunanya. Beberapa tipe format HD yang dikenal a.l : FAT-16/32, NTFS, HPFS, Ext_2, dll. Saat ini yang paling umum digunakan adalah format NTFS, dimana dalam format NTFS ini ukuran (kapasitas penyimpanan) satu Cluster adalah 4 kB, ini berbeda dengan ukuran Cluster dalam format FAT_32 misalnya, yang adalah 16 kB. Kembali pada pertanyaan diatas, bagaimana data suatu file bisa terpisah-pisah ? Cobalah menyimak uraian berikut ini.
Contoh proses terjadinya Fragmentasi Data/file dalam harddrive.
Misalnya kita membuat suatu dokumen (file) yang kita beri nama File-A, dengan ukuran 10kB, karena setiap cluster berukuran 4kB berarti dibutuhkan 3 cluster dengan sisa ruang sebesar 2kB. Sisa ruang ini tidak bisa digunakan untuk menyimpan dokumen baru yang berbeda (misalnya File-B), — keadaan ini merupakan salah satu penyebab mengapa format FAT sudah jarang /tidak lagi banyak digunakan, karena akan terjadi kerugian (pemborosan) ruang penyimpanan dalam harddisk –. Selanjutnya data File-A akan disimpan didalam cluster yang berurutan, yaitu | cluster 1 | cluster 2 | cluster 3|.
Pada saat yang lain, kita membuat sebuah dokumen baru, yaitu File-B dengan ukuran 15kB. File ini akan disimpan didalam | cluster 4 | cluster 5 | cluster 6 | cluster 7 | yang berarti tersisa ruang sebesar 1kB. Sekarang terdapat 7 cluster yang telah terisi data milik File-A (cluster 1-3), dan milik File-B (cluster 4-7).
Pada kesempatan yang lain kita meng-edit atau membuat perubahan pada File-A, dan data perubahan ini misalnya membutuhkan 2 buah cluster, yang selanjutnya disimpan didalam 2 cluster kosong “terdekat” yaitu | cluster 8 | cluster 9 |. Pada hari berikutnya kita membuat perubahan pada File-B yang memerlukan 3 cluster penyimpan, ini juga akan disimpan pada cluster kosong yang terdekat, yaitu | cluster 10 | cluster 11 | cluster 12 |. Dan pada hari berikutnya kita meng edit File-A, dan perubahannya tersimpan didalam | cluster 13 | cluster 14 |.
Sekarang mari kita lihat “peta” data/cluster tempat penyimpan dari File-A, yaitu : |cluster 1-2-3-8-9-13-14 |, sedangkan File-B tersimpan didalam : | cluster 4-5-6-7-10-11-12 |.
Dari gambaran diatas kita bisa melihat bahwa data File-A tersimpan didalam cluster yang tidak lagi berurutan alias terpisah-pisah atau ter Fragmentasi (fragmented), demikian pula yang terjadi pada data untuk File-B.
Kondisi seperti inilah yang menyebabkan pc terasa melambat, karena untuk mengakses data File-A misalnya, (head) harddisk harus menelusuri | cluster 1-2-3- | mencari sambungan data di cluster 8-9 |, mencari sambungan lagi di cluster 13-14 |.
Hal ini tentu akan sangat memakan waktu, sebab jumlah file didalam hardisk bukan hanya satu atau dua saja, melainkan ratusan bahkan ribuan data yang memiliki kondisi seperti tersebut diatas. Ini akan diperparah bila suatu saat kita menghapus/ delete suatu file, dan kemudian memasukkan file baru, maka bisa dipastikan file baru tersebut akan langsung ter-fragmentasi, karena ukuran file/ kebutuhan clusternya pasti tidak sama dengan file yang baru saja dihapus.
Berapa kali dalam satu hari saja kita menghapus, mengedit, mengcopy,dan mempaste file/data ? Bisakah dibayangkan betapa “ruwet” nya posisi data didalam harddisk kita setelah digunakan dalam satu bulan ?, dan (kalau dipersonifikasi) betapa “pusing & capek” nya hardisk dalam memenuhi permintaan kita untuk membuka sebuah file.
Nah, setelah mengetahui “jalan ceritanya” , tentu kita tidak akan lagi terkejut (dan kesal) dengan performa pc yang dirasa semakin melambat. Baiklah kupasan permasalahannya cukup sampai disini saja, saya berharap yang tadinya belum mengerti, sekarang sudah mendapat “pencerahan”.      Semoga_
Bagaimana mengatasi nya ?
Berkat adanya software aplikasi tipe Defragmenter Tool yang demikian banyak tersedia, mulai dari yang berbayar sampai yang full-free, maka mengatasi kasus fragmentasi data didalam harddrive bukan lagi menjadi sebuah kesulitan yang berarti. Bahkan beberapa aplikasi maintenance tipe suite /komplit seperti  TuneUp Utilities juga sudah mengemas   TuneUp Drive Defrag. Sehingga tampak semakin praktis, tetapi software bagus ini belum tentu akan menjadi yang terbaik bagi kita, disamping harganya tidaklah murah, kemampuan (sub program) yang dibundel didalamnya sedemikian banyak yang pada umumnya “melebihi” pengetahuan user dalam memanfaatkannya. Dalam bahasa mudah, “ nggak tahu fungsinya buat apa”. Hal ini jelas tidak efisien dari segi pemanfaatan resource/sumber-daya sistem pc.
Akan terasa aneh, kita memasang software untuk menjaga performa pc, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya, karena sebagian sumber dayanya diserap oleh “sang -penjaga” tadi.
Jadi, akan lebih bijak bila mengenal permasalahannya, dan kemudian mencari software yang tepat, tidak lebih dan tidak kurang, guna mengatasi problem yang ada.
Solusi yang perlu dipertimbangkan adalah menggunakan software discrete (bukan jenis suite), yang berlisensi-opensource, non commercial, maupun free. Ini akan jauh lebih efektif dan efisien.
Tidak sedikit software non commercial yang bagus dan bahkan lebih baik kemampuannya dari aplikasi berbayar atau  commercial. Tidak ada yang sulit untuk mengatasi fragmentasi-data yang tersimpan didalam harddisk, satu-satunya kesulitan adalah melakukan defragmentasi umumnya membutuhkan waktu yang amat banyak, bisa berjam-jam lamanya, apalagi kalau kita agak jarang melakukannya. Dari hal ini, kecepatan merupakan hal paling penting dari sebuah aplikasi defragmenter.
Dari pengalaman, belum ada yang secepat (dan sebagus) SpeeDisk dari  Norton Utility_2000, di era Windows_98SE. tetapi untuk saat ini defragmenter yang tersedia sudah begitu banyak, mulai dari yang “terdekat” dengan kita yaitu Disk_Defragmenter milik Windows, atau yang opensource, sampai yang berharga mahal, semua tersedia. Tinggal menentukan pilihan saja.
Dari sisi penggunaannya pun rasanya tidak akan ditemui kesulitan berarti, tinggal memilih drive mana yang akan di-defragmentasi, dan kemudian tekan tombol Next. Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah ………. menunggu dengan sabar.
Dari beberapa tinjauan review (dan praktek penggunaan), kemampuan defragmenter sekarang semakin bagus saja.
Yang cukup menarik (bagi saya) adalah :
Kemampuan untuk melakukan defragmentasi hanya  pada suatu folder atau file yang dipilih. Ini tentu sangat bermanfaat bagi pekerjaan komputasi yang memerlukan kecepatan akses data, seperti editing audio/video maupun image dan grafis, termasuk game bagi para gamer. Kita bisa melakukan defrag hanya pada folder/file yang akan dipakai /dikerjakan, tanpa membutuhkan waktu defragmentasi yang lama (dan menjemukan), karena file yang tidak akan dikerjakan tidak perlu didefragmentasi, ini benar-benar hebat menurut saya.
Hal lain yang menarik adalah kemampuan untuk dijalankan dari command_prompt, sehingga praktis proses defragmentasi bisa melesat kencang karena tidak di “batasi” oleh segala aturan main Windows. Ini tentu hebat bagi yang paham command line.
Ada lagi yang menurut saya tidak kalah hebatnya, yaitu mampu melakukan defragmentasi pada saat booting ! ini berarti bagian dari Windows yang masuk katagory system_file bisa di defragmentasi, seperti [page file], [hyberfil,sys], [blog registry] dll.
Masih banyak kemampuan lain yang bagus seperti  bisa meletakkan file berukuran besar (file video) dibagian akhir dari hardisk sehingga mencegah terjadinya celah-fragmentasi (fragmentation gap)yang besar, meletakkan folder-folder file sistem dibagian awal hardisk sehingga windows bisa berlari lebih kencang, mampu melakukan defragmentasi ruang-kosongdidalam hardisk, bahkan ada yang bisa menghibur kita karena defragmentasi berjalan dalam mode screen-saver, jadi program akan berjalan manakala setting waktu nya terlewati. Dan dalam era flasdisk ini, ada juga yang mampu melakukan defrag pada usb disk, memory stick dsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s